Sabtu, April 12, 2014

Kutika

Beberapa hari ini, pavilliun 1 Sekolah Guru Indonesia Heboh. Apa sebab? beberapa dari penghuni pavilliun terjangkit penyakit kutika. Kalian tahu apa itu kutika? Untuk mengetahui apa itu kutika, mari dengarkan ceritaku.

Pagi ini Mahar dan Icha, teman sekamarku heboh teriak-teriak di dalam kamar. "Kyaaaaaaaaaaaaa Oooooh noooooooooo..." teriak Mahar. "Kenaposeeee Har?" responku. "Lihat ini... Lihat ini.....", pungkas Mahar  sambil garuk-garuk kepala, dan menengadahkan rambutnya di atas selembar kain putih. "Kutuuuuuuuuuu" jelas Icha sambil memperhatikan benda hitam yang bergerak-gerak di atas kain putih.

Yup! for your info, pavilliun kami terjangkit penyakit kutika a.k.a kutu. Bagiku itu adalah musibah besar yang melanda pavilliun, karena sebelumnya kami tidak pernah terjangkit penyakit ini, dan seumur hidup baru pertama kali mengalaminya.

Setelah melakukan inspeksi ke seluruh kamar ternyata bukan hanya Mahar saja yang terjangkit, dari total populasi 9 orang, ada 5 orang yang terindikasi megidap penyakit tersebut. Beberapa hari inipun kami memiliki aktivitas dan hobi baru yaitu "mateni" si kutika. Pites-pitesin si kutu. Omaigat kalau kalian merasakan, Mitesinsi kutika itu ada kepuasan tersendiri. Selain membantu teman yang terjangkit dan juga membasmi kemungkinan teman-teman yang belum tertular penyakit tersebut.

Hahahahaha koplak juga ya kalau dipikir-pikir. Setelah ditelusuri sepertinnya penyakit ini ditularkan melalui murid-murid kami. As you know, banyak anak-anak kecil yang terjangkit penyakit kutika.

Pencegahan
Bergegas setelah pulang magang, aku pergi ke Apotek mencari obat pembasmi kutika. "Mba beli Peditox, obat pembasmi kutu ya". ucapku kepada mba-mba penjaga apotek di Pasar Parung.

Sepulangnya dari pavilliun, kami bersembilan langsung melakukan pengobatan massal. Hari itu kami berlaku bak layaknya pekerja salon profesional. Hahahaha tak apalah demi kemaslahatan pavilliun dan demi terbebasnya dari belenggu kutika.


di Kasur Biruku
The Funniest Moment

1 komentar: