Selasa, Februari 11, 2014

One Day On Jejaring (Beastudi Indonesia)



Nama                    : Wilda Heryanti
Tugas                    : One Day On Jejaring (Beastudi Indonesia)
Tanggal                 : 11 Februari 2014

1.       Deskripsi tentang Beastudi Indonesia
a.       Beasiswa
-          Etos, telah berjalan selama 20 tahun.
-          Aktivis
-          Skripsi
-          Kemitraan
Beasiswa Prestasi Chevron, lokasi operasional di sekitar Sukabumi dan Bogor (Gunung Salak)
Beasiswa SDM Ekspad, untuk di STIE SEBI

b.      Komunitas
-          Forum negarawan muda, akan segera dilaunching pada hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2014.
-          School Social Responsibility
-          Sekolah Desa Produktif (SDP), telah memiliki 14 desa binaan.
-          Komunitas Alumni Beasiswa DD
-          Komunitas Alumni Sekolah DD
-          Komunitas Filantropi Pendidikan (KFP), menggalang untuk kanal kontribusi berupa bantuan pendidikan.
GERAKAN SATU ASA -> tujuan menggandeng seluruh komunitas untuk bergabung dalam gerakan kepedulian kepedulian, dimana etosers dijadikan sebagai trigger dalam menggerakan komunitas tersebut
















2.       Silaturrahim
Perkenalan dengan seluruh karyawan Beastudi Indonesia
Description: http://www.beastudiindonesia.net/images/struktur.jpg
3.       Jobdesk
Pada pukul 09.00 – 10.00 Perkenalan.
Pada pukul 10.00 – 10.15 Briefing yang akan difasilitasi oleh Mas Angger.
Pada pukul 10.15 – 12.00 Mengerjakan tugas administratif.
Pada pukul  12.00 – 13.00 Istirahat, Sholat, Makan.
Pada pukul 13.00 – 15.25 Mengerjakan tugas marketing communication berupa update informasi Beastudi Indonesia via Twitter @beastudiDD dan @relawan_KFP.
Pada pukul 15.25 – 16.00 Sholat Ashar di Mesjid.
Pada pukul 16.00 – 17.00 Berbagi inspirasi dan diskusi pendidikan dengan Mas Angger di taman depan Beastudi Etos.

“Pada Suatu Saat Nanti, apabila anak saya ditanya oleh orang lain,
Apakah profesi orang tuanya, Saya ingin anak saya menjawab
dengan lantang dan bangga, bahwa orang tuanya adalah seorang
GURU” –Angger–

RESENSI NOVEL TOTTO - CHAN



RESENSI NOVEL
Judul novel                  : Totto-Chan
Penulis                         : Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit                       : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit                : 2011
Tebal                           : 272 halaman
Harga                          : Rp. 50.000,00
  • SINOPSIS
Buku Totto-Chan ini menceritakan tentang pendidikan yang membebaskan. Menceritakan tentang kisah Totto-Chan atau Tetsuko Kuroyanagi. Ia merupakan gadis ceria yang sangat aktif, nakal, banyak tingkah. Dikeluarkan dari sekolah sebelumnya kemudian pindah ke Sekolah gerbong kereta Tomoe Gakuen. Pertemuan Totto-Chan dengan Kepala Sekolah Kobayasi membuatnya menemukan hal penting dalam kehidupannya.
  • UNSUR INTRINSIK NOVEL
1.      Tema
Pendidikan yang membebaskan.

2.      Latar Belakang
·         Kereta Oimachi di Stasiun Jiyugaoka.
·         Pintu pemeriksaan karcis.
·         Sekolah (sebelum Totto-chan dikeluarkan) dan kelas.
·         Jendela
·         Tomoe Gakuen (sekolah baru Totto-chan)
·         Halaman sekolah
·         Ruang kelas
·         Kantor kepala sekolah
·         Kereta
·         Anak sungai
·         Jiyugaoka
·         Kui Kuhonbutsu
·         Sumur tua
·         Kolam renang
·         Gudang peralatan tukang
·         Hibiya Hall
·         Waktu :  di Jepang pada masa sekitar Perang Dunia II
·         Suasana : Menyenangkan, mengharukan, ispiratif.

3.      Alur
Novel ini menggunakan alur maju mundur artinya dalam cerita terjadi flashback ke masa lalu dan kejadian yang akan datang.
4.      Gaya Bahasa
Menggunakan bahasa yang sangat mudah dimengerti oleh para pembacanya.
5.      Amanat
·         Kepala Sekolah Kobayasi telah melakukan perubahan pada hidup Totto-Chan dan teman-temannya di Sekolah Tomoe Gakuen.
·         Kepala Sekolah Kobayasi melakukan metode pembelajaran yang berbeda yaitu “Bebas dan Mandiri”.
·         Peserta didik dapat berkembang sesuai dengan cara mereka sendiri.
·         Dengan proses pembelajaran yang menyenangkan dengan cara mereka sendiri dan tanpa ada paksaan dari orang lain.
·         Nilai-nilai yang ditanamkan dalam Sekolah Tomoe Gakuen kepada peserta didik adalah, nilai percaya diri, menyayangi sesama, saling tolong menolong, dan peduli kepada sesama.
·         Membentuk karakter dengan mengenalkan mereka pada alam.
·         Menyesuaikan dengan perkembangan psikologis anak tanpa ada paksaan.
·         Mengandung nilai-nilai pendidikan yang tepat dalam mendidik anak, mencapai tujuan pendidikan yang optimal.
·         Salah satu tahapan yang harus ditempuh anak dalam mengembangan potensinya adalah pendidikan. Dengan pendidikan anak dilatih jiwanya agar menjadi pribadi yang kuat.
·          

6.      Penokohan
·         Totto Chan : Baik, polos,ramah, mudah bersahabat,periang, ingin tahu segala sesuatu yang belum di ketahui, dan juga tidak mudah menyerah, terkadang berbohong.
·         Mama : baik, sabar, mau mengerti, menepati janji.
·         Petugas tiket : Baik dan ramah.
·         Guru (saat di sekolah lama) : tidak sabar,tegas
·         Anak-anak jalanan : Baik
·         Sosaku Kobayashi(kepala sekolah) : baik, ramah, mau mengerti, percaya.
·         Sakko-chan: Baik
·         Papa : baik, mau menahan amarah.
·         Guru di Tomoe Gakuen : baik, tetapi terkadang suka menyinggung
·         Yusuaki Yamamoto : baik, cerdas, tidak mudah menyerah
·         Kunio Oe : ingin tahu,jail, mau mengakui kesalahannya.
·         Miyo-chan : Baik
·         Takashi : Pemalu.
  • KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NOVEL
  1. Kelebihan
Dalam novel ini, terdapat kata-kata yang membuat kita terinspirasi untuk semangat menjalani kehidupan sebagai pendidik. Ditambah lagi penggunaan bahasa yang mudah dimengerti dan penempatan setting waktu dan tempat yang sangat detail. Setiap bab hanya terdapat beberapa halaman, memudahkan pembaca untuk membaca dan tidak memunculkan rasa bosan pada pembaca.
  1. Kekurangan
Tidak ada.