Kamis, Maret 07, 2013

Afirmasi


Afirmasi selalu kita ucapkan. Kau begitu semangat mengikrarkan afirmasi kita. Afirmasi atas nama Allah dan Rasulullah. Afirmasi yang membuat diri kita bergidik. Kau tahu amanah kita begitu berat.

Bukan karena atas nama sosial kamu mengecilkan amanah ini.

Justeru karena ini “sosial” kawan, kita memegang hajat hidup orang banyak.

Justeru karena  ini “sosial” kawan, pundak kita harus selalu tegap menopang si papa.

Justeru karena ini “sosial” kawan, senyum ceria harus selalu dikembangkan.

Justeru karena ini “sosial” kawan, tugas kita melebihi politisi kawakan.

Justeru karena ini “sosial” kawan, jiwa-jiwa lemah butuh kuatnya raga kita.

Namun, kita mulai berguguran, setapa demi tapa. Kau tahu kawan, sebegitu tingginya ego mu hanya untuk mewujudkan impianmu semata, tanpa memikirkan si jelata.

Jika kamu sadar, afirmasi kita telah terkhianati.

Namun yang satu pasti, aku rindu ketika kita bersama melafadzkan afirmasi kita.

Rabu, Maret 06, 2013

Beasiswa Berkah UNJ - UPZ PermataBank Syariah





Unit Pelayanan Ziswaf (UPZ) PermataBank Syariah


Jakarta – PermataBank Syariah melalui Unit Pelayanan Ziswaf (UPZ) PermataBank Syariah menjalin kerjasama penyaluran dana zakat di bidang pendidikan dalam bentuk Pemberian Beasiswa berkah untuk Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Penandatanganan kerjasama secara simbolis dilakukan oleh Head, PermataBank Syariah, Achmad Kusna Permana yang sekaligus sebagai Pembina UPZ PermataBank Syariah dan Dr. Fachrudin Arbah, M.Pd. selaku Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNJ pada hari Rabu, (06/03) di Ruang Sidang Lantai 2 FIK UNJ Kampus B Jl. Pemuda 10, Rawamangun Jakarta Timur 13220

Universitas Negeri Jakarta merupakan perguruan tinggi negeri yang terletak di DKI Jakarta. Berdiri pada tahun 1964. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan 2 (dua) bidang pendidikan, yaitu Bidang Kependidikan dan Bidang Non-Kependidikan. Bidang Kependidikan diselenggarakan di semua program studi yang ada di UNJ sebagai kelanjutan pembinaan dari bidang sebelumnya (IKIP Jakarta). Program Bidang Kependidikan ini dikembangkan secara optimal. Setelah IKIP Jakarta diperluas mandatnya menjadi Universitas, UNJ menyelenggarakan Program Bidang Non-Kependidikan dengan jenis program D-III dan jenjang program S1. Program Non-Kependidikan yang sudah ada akan terus dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya, sedangkan program studi lainnya akan dibuka secara bertahap. FIK UNJ merupakan salah satu dari tujuh fakultas yang menjadi sasaran UPZ PermataBank Syariah dalam menyalurkan dana zakat.

Selama ini jarang lembaga atau korporasi yang melirik Fakultas Ilmu Olahraga untuk menyalurkan bantuan pendidikan.” Pungkas Achmad Kusna Permana. Program Beasiswa Berkah merupakan program yang berkelanjutan setelah sebelumnya PermataBank Syariah telah menyalurkan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia antara lain Institut Pertanian Bogor, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, dan Politeknik Aceh. Hal ini merupakan bentuk komitmen PermataBank Syariah untuk peduli terhadap pentingnya nilai pendidikan bagi masyarakat umum dan sekaligus mendukung program Pemerintah dalam bidang peningkatan pendidikan nasional. Adapun sasaran pemberian beasiswa kali ini adalah untuk Fakultas Ilmu Keolahragaan sebagai pencetak atlet, wasit, pelatih, maupun guru olahraga yang tergolong kurang mampu dan kaum dhuafa. Dana yang disalurkan tersebut merupakan dana zakat yang diperoleh dari para nasabah PermataBank Syariah dan sumber internal perusahaan lainnya.

Untuk program ini UPZ PermataBank Syariah menyalurkan dana zakat sebesar Rp 100 juta berupa beasiswa untuk 20 mahasiswa FIK UNJ, yang memenuhi kriteria yang ditentukan oleh pihak Universitas.

PermataBank Syariah secara berkelanjutan telah menjalankan fungsi sosial dan kemasyarakatan melalui wadah Unit Pelayanan Ziswaf (UPZ), yang dibentuk sejak awal pendirian PermataBank Syariah. Proses penyaluran dilakukan dalam berbagai bentuk aktivitas sosial, baik secara langsung oleh Pengurus UPZ maupun bekerjasama dengan  kantor-kantor cabang syariah, lembaga/mitra Lazis maupun LSM yang telah berpengalaman secara nasional.

Sebagai dasar penetapan penyaluran dana Ziswaf tersebut, UPZ PermataBank Syariah mempunyai Empat Pilar Program Penyaluran yakni Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Produktif dan Sosial Kemasyarakatan. Di sisi lain,UPZ PermataBank Syariah juga terus mengembangkan Layanan Pembayaran Zakat, Infaq/shadaqah dan wakaf yang dapat dilakukan melalui seluruh delivery channels PermataBank (seperti kantor cabang, ATM, mobile banking dll). Hal ini memberikan kemudahan kepada para donatur untuk dapat melakukan pembayaran dana ziswaf dengan setoran tunai, setoran warkat, transfer, pemindahbukuan, ataupun autodebet baik dalam mata uang Rupiah maupun US Dollar.

Pada tahun 2012 yang lalu UPZ PermataBank Syariah telah menyalurkan dana ziswaf sebesar Rp 4,5 Miliar. Dana tersebut telah disalurkan melalui berbagai program sesuai 8 asnaf.

Selasa, Maret 05, 2013

Matalangi


Kerumun rimbun dedaun meninggalkan terik. Menuju kita pada tanah lapang yang memanas. Mencari-cari jejak kenang pada riuh suara  bocah. Selalu saja ada ramai yang bersenandung dari bait-bait harap. Menuju sore ini, sekali lagi kita sapu waktu dengan genggaman tangan sederhana. Kau menanti dengan sabar. Menamatkan ayat-ayat rindu yang terus kau rapal tanpa bosan. “kapan ke sini?” tanya yang terus kau dengung hingga serasa teror di telingaku. Huh! Bagaimana lagi kukatakan padamu, bahwa hari tak lagi menjadi sederhana seperti dahulu. Kala kita lewati jingga dengan senyum kecil tanpa banyak bicara. Kita mengerti bahwa melawan hanya akan membuat luka. Lalu kita memilih duduk bersama, membiarkan gerimis menyelesaikan lakonnya. Tak peduli kita pada muka sangar yang suka membuat ngeri.

Sesekali kita rasakan gemericik menghempas di wajah. Tak bisa kita cegah saat bulir-bulir air yang tak sempat menjangkau biru, jatuh menuju tanah merah. Kau dan aku hilang kata. Kita hanya saling menanti. Bergidik dalam dingin yang menyengat hingga ke tulang. Air yang menggenang menyerang pertahanan kita. Di sisi kiri dan kanan, deras mengalir tanpa bisa kita bendung. Seakan danau buatan baru tercipta sekejap di pelupuk mata. Dan senja tak sabar menghampiri. Risau hatimu akan gubuk ringkih yang miring memenuhi seisi benak. Jangan khawatir, aku akan mengantarmu sore ini. Berlindung kita di bawah payung kecil yang gagal menghalau datangnya renai. Melewati kelokan yang asing dan samar bagiku. Tak pernah kuduga sejauh itu kau berjalan hanya untuk menjumpa rindu gelak tawa kita. Kadang perlu juga kita membungkuk menghindari tumbuhan rambat. Seperti masuk ke dalam taman rahasia saja. Kurasa tempatmu berteduh memang berhasil menggiringku menuju suralaya yang antah berantah

Hingga waktu berjalan, dan semuanya menjadi suram bagiku. Hempasan kota telah sampai di tempat rahasia kita. Masihkah kau datang padaku dengan bulir-bulir ceri merah? Memaksaku melumatnya dengan manja. Masihkah bisa kau tebas untukku batang tebu di kebun belakang? Agar sejenak saja hilang dahagaku. Masihkah ada pertautan antara takdirku dan takdirmu yang membekas di jalan kenang, menyebar bibit kasih di lahan tak bertuan. Meski aku tahu, yang tersisa kini hanyalah harapku akan datangnya musim panen. Kala jemari kita bersentuhan memetik dedaun yang selalu kubawa pulang untuk ibu. Sungguh kurindu elegi menjelang sore yang mengantar kita menyusuri cinta di tepian ilalang. Lalu akan kunyanyikan lagi nada-nada pengusung asa yang kutulis dalam tangis, tawa bahkan diam.

Tetapi waktu dan jarak bukanlah milik kita. Tembok kokohmu berganti wajah. Saat kelokan kecil di ujung pintu kusambangi, hijau royo-mu telah punah. Menampar aku dalam ketiadaan. Cinta hilang bersama pergantian musim. Secepat itu kita lupa pada janji yang dipahat kuat. Lalu langkahku menjadi semakin asing dan berjarak. Semua memang telah berbeda. Kulihat gubuk pak tua sudah berubah separuhnya menjadi bata. Sudut-sudut tembok dengan sadis menggantikan tempat aku dan kamu memetik dedaun. Lincah kakimu yang menggiring benda bundar tak lagi kutemukan di tanah lapang. Tempat itu telah penuh dengan rumput ganas yang kian meninggi. Saung kecil tempat kita menjelma ada mulai terasa menyengat dingin. Lebih mengerikan dari wajah orang yang pernah mati terkapar di atasnya. Bagaimana lagi caranya kukatakan padamu, bahwa kita telah berbeda. Tempat ini tak lagi sama.

Kecuali satu senyum di wajahmu. Satu-satunya yang tertinggal dan membuat oase kecil ini serupa dengan 24 purnama lalu. Kau melompat kecil. Riang suaramu membuat rol film kembali di putar. Ruang dan waktu berganti cepat. Latar yang kupijak berubah sekejap. Bangunan kokoh, tembok bata, pagar kebun dan jalan aspal hilang dari pandangan. Berganti rupa menjadi kebun hijau yang dipenuhi pohon ceri. Lalu kau datang dengan tebu di tanganmu, menghilangkan dahagaku siang itu. “kakak!” suaramu seperti tuas pengendali khayal. Kembali aku pada ‘kekinian’. Dahulu dan sekarang, selalu ada senyummu yang menanti dengan sabar. Ah! Begini rupanya dirimu. Tak pernah peduli dengan segala rupa dunia. Tak pernah mau tahu tentang mereka yang berebut remah di panggung sana. Tak pernah mengerti bisik-bisik yang bergema menjadi bising. Kau tetap sama! Menyulam senyum di wajah untuk melewati detik bersama kami. Sesedehana itu. Pun sesederhana ini kita mencinta. Menerima, melepas, menghirup, membaur. Menjelma buih menjadi awan, yang berubah wujud tetapi selalu punya pesan yang konstan.




*gagal bicara padamu dalam bahasa yang lugas. Bahkan sekedar ingin mengucap pesan selamat tinggal pun tak mampu…..

Dari Kebun Sayur Ciracas
MBC dan Kakakku Rika Isvandiary