Afirmasi selalu kita ucapkan. Kau begitu semangat
mengikrarkan afirmasi kita. Afirmasi atas nama Allah dan Rasulullah. Afirmasi yang
membuat diri kita bergidik. Kau tahu amanah kita begitu berat.
Bukan karena atas nama sosial kamu mengecilkan amanah ini.
Justeru karena ini “sosial” kawan, kita memegang hajat hidup
orang banyak.
Justeru karena ini “sosial”
kawan, pundak kita harus selalu tegap menopang si papa.
Justeru karena ini “sosial” kawan, senyum ceria harus selalu
dikembangkan.
Justeru karena ini “sosial” kawan, tugas kita melebihi
politisi kawakan.
Justeru karena ini “sosial” kawan, jiwa-jiwa lemah butuh
kuatnya raga kita.
Namun, kita mulai berguguran, setapa demi tapa. Kau tahu
kawan, sebegitu tingginya ego mu hanya untuk mewujudkan impianmu semata, tanpa
memikirkan si jelata.
Jika kamu sadar, afirmasi kita telah terkhianati.
Namun yang satu pasti, aku rindu ketika kita bersama melafadzkan
afirmasi kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar