Allah Sang Maha Kaya lagi Maha Penuh Rahmat
dalam perjalanan sore hari menuju Parit Jawai diliputi awan pekat luar biasa hitam
penyebrangan dari Parigi Piai-Kuala menuju Pasar Tebas kali ini aku hentikan sementara
karena mengkhawatirkan apabila kami menyebrang Sungai Sambas dalam keadaan hujan deras dan penuh gelombang
Waktu terus berlalu dan senja mulai tampak
tak bisa ditunda lagi, kami harus segera menyebrang sebelum gelap
motor operasional kami diangkat menuju ke atas motor air
aku hanya berlindung di dalam jas hujan kuning, bisa dikatakan lebih mirip kantong kresek, yang mudah sekali koyak dan rusak
menggigil kedinginan dan deg-degan karena baru pertama kali naik motor air disaaat hujan sangat deras sekali
aku melirik ke arah team leader Sambas, sambil berucap sembari tersenyum lirih
"Dalam keadaan seperti ini, aku pasti tak akan diizinkan oleh orang tuaku"
Penyebrangan Sungai sambas, yang bisa dikatakan lebih mirip menyebrang laut dari pada menyebrang sungai, karena selama ini di Pulau Jawa, dalam bayanganku, semua sungai pasti seperti sungai ciliwung, saat pergi ke Sambas Kalimantan Barat, semua paradigma itu seolah olah telah lenyap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar