Dear Abang,
Apa kabar? Saat aku membuat surat ini, engkau sedang
tertidur pulas sekali, aku memandang mukamu yang sangat teduh, setelah seharian
berkutat dengan pekerjaan di kantor dan juga tugas-tugas UTS perkuliahanmu di
PascaSarjana Fakultas Tarbiyah, engkau pasti sangatlah lelah. Semoga lelahmu berbayar
dengan syurganya Allah SWT kelak ya Bang. ^_^
Tak terasa ternyata kita telah memasuki gerbang pernikahan 2
tahun minus 75 hari, di tanggal 31 Mei 2017 ini, di saat putri kita satu-satunya
genap menginjak usia 1 tahun. Pahit manis sebagai orang tua telah kita kecap. Engkau
tidak pernah meninggalkanku seorang diri untuk berjuang di awal ku menjadi ibu.
Masa-masa stres dan panik pasca melahirkan telah dilalui dengan uluran
tanganmu.
Terima kasih telah membersamaiku dalam menggantikan popok,
membersihkan pup, sampai memandikan dan mengobati Nunah ketika sakit. Terima kasih
telah mendidikku untuk menjadi istri dan ibu yang mandiri dan tidak
kebergantungan dengan orang tua.
Banyak perubahan positif setelah aku menikah denganmu,
diantaranya aku bisa masak (walaupun masih masakan sederhana dan lebih sering
keasinan rasanya hihihi), belajar keuangan rumah tangga, bisa mengurus Nunah
dengan baik, merapikan rumah, dan banyak lagi yang lainnya. Terima kasih telah
mendidikku untuk berubah menjadi lebih baik. Saat engkau berjabat tangan dengan
Bapakku, sesungguhnya engkau telah bertanggung jawab atas segala apa yang ada
pada diri dan juga menanggung dosa atas setiap apa yang telah ku lakukan,
terima kasih abang, semoga aku bisa menjadi istri shalihah bagimu.
Semoga Nunah anak kita senantiasa sehat, menjadi anak
shalihah, cerdas, bermanfaat untuk ummat, dan dapat menjaga izzah dan iffah
dirinya kelak, serta mandiri seperti Bapaknya. ^_^
Semoga aku bisa menjadi istri yang baik untuk abang, patuh,
penyejuk hati dan dapat melayani serta menemani abang setiap saat. Dan menjadi
ibu yang dapat anak-anak kita banggakan.
Your wife,
Wilda Heryanti
31 Mei 17
B. Potensi kekuatan Nunah Fatihah Qalbi, 1 tahun
·
Ceria
·
Semangat
·
Gesit
·
Cekatan
·
Selalu ingin tahu
·
Berani
·
Percaya diri
C. Potensi diri
·
Sabar
·
Cuek
Alhamdulillah mungkin ini adalah alasan
kenapa dijodohkan dengan abang suami, kami bagaikan 2 sisi mata uang, saling bertolak
belakang dan saling melengkapi. Saat suami sedang bergejolak, alhamdulillah
saya bisa menjadi batu es nya dan dapat membuat dingin suasana. Dan disaat suami
sedang Baper (Bawa Perasaan) dan very sensitive,
saya bisa membuat suasana ‘santai ae kayak
di Pantai’. ^_^
Alhamdulillah, semoga kita bisa bersama-sama
masuk syurga dan meraih ridha Allah.
D. Tantangan lingkungan
Saya
dan suami berkeinginan untuk membuka rumah baca di daerah tempat tinggal kami. Setelah
menilik disekitar ternyata memang belum ada taman baca masyarakat di daerah
tempat tinggal kami. Dikit demi sedikit mulai kami rintis dengan menarik minat
baca anak-anak yang sedang main di rumah. Setiap hari selalu ada saja anak-anak
yang silih berganti bertamu untuk main atau sekedar membaca buku. Semoga menjadi
berkah dan amalan buat kami sekeluarga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar