Selasa, Mei 30, 2017

Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

A.      Surat cinta untuk abang suami

Dear Abang,

Apa kabar? Saat aku membuat surat ini, engkau sedang tertidur pulas sekali, aku memandang mukamu yang sangat teduh, setelah seharian berkutat dengan pekerjaan di kantor dan juga tugas-tugas UTS perkuliahanmu di PascaSarjana Fakultas Tarbiyah, engkau pasti sangatlah lelah. Semoga lelahmu berbayar dengan syurganya Allah SWT kelak ya Bang. ^_^

Tak terasa ternyata kita telah memasuki gerbang pernikahan 2 tahun minus 75 hari, di tanggal 31 Mei 2017 ini, di saat putri kita satu-satunya genap menginjak usia 1 tahun. Pahit manis sebagai orang tua telah kita kecap. Engkau tidak pernah meninggalkanku seorang diri untuk berjuang di awal ku menjadi ibu. Masa-masa stres dan panik pasca melahirkan telah dilalui dengan uluran tanganmu. 
Terima kasih telah membersamaiku dalam menggantikan popok, membersihkan pup, sampai memandikan dan mengobati Nunah ketika sakit. Terima kasih telah mendidikku untuk menjadi istri dan ibu yang mandiri dan tidak kebergantungan dengan orang tua.

Banyak perubahan positif setelah aku menikah denganmu, diantaranya aku bisa masak (walaupun masih masakan sederhana dan lebih sering keasinan rasanya hihihi), belajar keuangan rumah tangga, bisa mengurus Nunah dengan baik, merapikan rumah, dan banyak lagi yang lainnya. Terima kasih telah mendidikku untuk berubah menjadi lebih baik. Saat engkau berjabat tangan dengan Bapakku, sesungguhnya engkau telah bertanggung jawab atas segala apa yang ada pada diri dan juga menanggung dosa atas setiap apa yang telah ku lakukan, terima kasih abang, semoga aku bisa menjadi istri shalihah bagimu.

Semoga Nunah anak kita senantiasa sehat, menjadi anak shalihah, cerdas, bermanfaat untuk ummat, dan dapat menjaga izzah dan iffah dirinya kelak, serta mandiri seperti Bapaknya. ^_^
Semoga aku bisa menjadi istri yang baik untuk abang, patuh, penyejuk hati dan dapat melayani serta menemani abang setiap saat. Dan menjadi ibu yang dapat anak-anak kita banggakan.
Your wife,
Wilda Heryanti
31 Mei 17








B. Potensi kekuatan Nunah Fatihah Qalbi, 1 tahun
·         Ceria
·         Semangat
·         Gesit
·         Cekatan
·         Selalu ingin tahu
·         Berani
·         Percaya diri

C. Potensi diri
·         Sabar
·         Cuek
Alhamdulillah mungkin ini adalah alasan kenapa dijodohkan dengan abang suami, kami bagaikan 2 sisi mata uang, saling bertolak belakang dan saling melengkapi. Saat suami sedang bergejolak, alhamdulillah saya bisa menjadi batu es nya dan dapat membuat dingin suasana. Dan disaat suami sedang Baper (Bawa Perasaan) dan very sensitive, saya bisa membuat suasana ‘santai ae kayak di Pantai’. ^_^
Alhamdulillah, semoga kita bisa bersama-sama masuk syurga dan meraih ridha Allah.


D. Tantangan lingkungan

                Saya dan suami berkeinginan untuk membuka rumah baca di daerah tempat tinggal kami. Setelah menilik disekitar ternyata memang belum ada taman baca masyarakat di daerah tempat tinggal kami. Dikit demi sedikit mulai kami rintis dengan menarik minat baca anak-anak yang sedang main di rumah. Setiap hari selalu ada saja anak-anak yang silih berganti bertamu untuk main atau sekedar membaca buku. Semoga menjadi berkah dan amalan buat kami sekeluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar