Rabu, Juni 07, 2017

Mendidik Anak dengan Kekuatan Fitrah

NHW 4 :  Mendidik Anak Dengan Kekuatan Fitrah
MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?
Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.
1.    
   Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Jawaban: Ya, sebagai Ibu dan seorang istri saya harus selalu berpikiran positif, karena dengan pikiran positif maka segala sesuatu berjalan secara damai dan dihindarkan dari keluh kesah. Jika kita jauh dari pikiran positif, maka suasana rumah menjadi kacau dan banyak energi negatif, tentu saja hal ini tidak baik untuk perkembangan anak dan hubungan suami istri. Ditekankan harus selalu berpikir positif atau husnudzan, sesuai dengan Firman Allah dalam Quran Surah Al-Isra’ ayat 7  Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,....” dan Hadist Qudsi yang berbunyi,  أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” [HR.Turmudzi]

2.      Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
Jawaban: Ya, secara bertahap saya telah menjalankan checklist indikator profesionalisme perempuan sebagai individu, istri dan ibu dengan bantuan dan dukungan suami. Kuncinya dalam menjalankannya yaitu berpikiran positif dengan dilandasi 4 hal, yakni  tawadhu’ (rendah hati), sabar, istiqomah (konsisten), dan yakin.

3. Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh : 
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator

Jawaban: Saya dan suami berkeinginan untuk membuka rumah baca di daerah tempat tinggal kami. Setelah menilik disekitar ternyata memang belum ada taman baca masyarakat di daerah tempat tinggal kami. Dikit demi sedikit mulai kami rintis dengan menarik minat baca anak-anak yang sedang main di rumah. Setiap hari selalu ada saja anak-anak yang silih berganti bertamu untuk main atau sekedar membaca buku. Semoga menjadi berkah dan amalan buat kami sekeluarga.
Misi Hidup : membumikan “Books is our friend” kepada anak-anak  
Bidang: Literasi
Peran : Founder rumah baca ibu dan anak

4. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 
Contoh :  Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan  tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :
a. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
b. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
c. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
d. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 

Jawaban : Untuk bisa menjadi ahli di bidang literasi Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan  tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :
a. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar literasi
b. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen rumah baca
c. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar pelatihan menulis, pelatihan craft, pelatihan parenting dll.
d. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 

5. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai  10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang  di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya. 
Milestone  yang ditetapkan oleh ibu tersebut  adalah sbb  :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

Jawaban : Saya menetapkan KM 0 pada usia 28 tahun (Saat ini, 2017), kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai  10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang  di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup literasi ibu dan anak. Sejak saat ini setiap hari saya mendedikasikan 2 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya. 
Milestone  yang ditetapkan oleh ibu tersebut  adalah sbb  :
KM 0 – KM 1 ( tahun 2017 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2018 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 2019 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 2020) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

6. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Jawaban : InsyaAllah sudah J

7.  Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Jawaban :Do the best! Innallaha ma’ana


Sekarang buatlah sejarah anda sendiri. 
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.
Salam Ibu Profesional,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar