Wajah
selalu menunjukkan segala ekspresi apa yang tersimpan di hati. Sedangkan hati
merupakan pusat sumber rasa. Jika hati sedih, wajah menampakan raut murung. Ketika
bahagia, wajah menampilkan raut berseri. Semua rasa diolah di dalam hati, dan
kecamuk rasa menyeruak menjadi ekspresi.
Berbicara
tentang hati, Rosulullah bersabda
dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang artinya: “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. jika segumpal darah
tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, adapun jika segumpal
darah tersebut rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah
segumpal darah tersebut adalah
hati.”
Seorang
ibu sebagai denyut nadi rumah tangga dituntut tampil selalu sehat dan ceria di
depan suami dan anak. Jikalau ibu murung maka seisi rumahpun akan menjadi lesu
tak bersemangat, karena pusat energi positif terletak pada engkaulah IBU.
Berpikir
positif adalah kunci utama menjadi seorang IBU
dalam mengolah rasa di dalam hati. Maka dari itu satu ilmu yang akan saya
tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah berpikir positif.
Sebagaima Hadist Qudsi yang
berbunyi, أَنَا عِنْدَ
ظَنِّ عَبْدِي بِي
Sesungguhnya Allah
berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia
berdoa kepada-Ku.” [HR.Turmudzi] dan Firman Allah dalam Quran Surah Al-Isra’ ayat 7 ” Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu
berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan)
itu bagi dirimu sendiri,....” menjadi
landasan terkuat sehingga saya ingin menekuni ilmu berpikir positif.
Strategi menuntut ilmu yang akan
direncanakan dibidang ini diantaranya adalah bergaul dengan orang-orang
baik/shalih, banyak membaca buku terkait berpikir posittif dan menata hati,dan
mengikuti kajian terkait berpikir
positif.
Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,
perubahan sikap yang perlu diperbaiki dalam proses mencari ilmu berpikir
postif, antara lain tawadhu’ (rendah hati),
sabar, istiqomah (konsisten), dan yakin.
Semoga
Allah senantiasa menjadikan kami para ibu yang selalu berpikir positif agar menjadi pemberi motivasi / semangat positif kepada
anak dan suami dirumah.
Salam
Institut Ibu Profesional!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar