Salam Tabik,
siang ini menunggu entah sampai berapa lama menunggu mas irfan, team leader Sambas yang sangat bertanggung jawab yang sedang menyeret motor operasional kami, di Terminal Sambas ditemani kepulan asap rokok sang pejuang transportasi, Sopir angkot.
Kemarin motor operasional yang kami pakai mogok mendadak, saat dibawa ke bengkel, ternyata butuh uang Rp 500ribu untuk memperbaiki seluruh kerusakan yang ada. Alhasil, setelah izin kepada sang empunya motor, akhirnya motor harus dikembalikan ke Sempadian, tanpa diperbaiki ke bengkel. siang ini setelah selesai mengirim laporan bulanan di asrama sekolah Icha di Jirak, kami berjuang seadanya, ke sana ke mari mencari tumpangan. Mas Irfan pun harus menyeret motor yang tidak bisa di starter tersebut dari pos sedekah sambas sampai terminal, entah berapa kilometer jauhnya, yang jelas harus menyebrang sungai terlebih dahulu.
Sudah sering sebenarnya kami mendapat motor pinjaman, yang semestinya sudah harus masuk museum, apa daya, alhamdulillah masih ada orang baik hati yang meminjami kami motor untuk berjuanBaru kali ini merasakan pahit manisnya perjuangan di tanah melayu, Sambas Kalimantan Barat.
siang ini menunggu entah sampai berapa lama menunggu mas irfan, team leader Sambas yang sangat bertanggung jawab yang sedang menyeret motor operasional kami, di Terminal Sambas ditemani kepulan asap rokok sang pejuang transportasi, Sopir angkot.
Kemarin motor operasional yang kami pakai mogok mendadak, saat dibawa ke bengkel, ternyata butuh uang Rp 500ribu untuk memperbaiki seluruh kerusakan yang ada. Alhasil, setelah izin kepada sang empunya motor, akhirnya motor harus dikembalikan ke Sempadian, tanpa diperbaiki ke bengkel. siang ini setelah selesai mengirim laporan bulanan di asrama sekolah Icha di Jirak, kami berjuang seadanya, ke sana ke mari mencari tumpangan. Mas Irfan pun harus menyeret motor yang tidak bisa di starter tersebut dari pos sedekah sambas sampai terminal, entah berapa kilometer jauhnya, yang jelas harus menyebrang sungai terlebih dahulu.
Sudah sering sebenarnya kami mendapat motor pinjaman, yang semestinya sudah harus masuk museum, apa daya, alhamdulillah masih ada orang baik hati yang meminjami kami motor untuk berjuanBaru kali ini merasakan pahit manisnya perjuangan di tanah melayu, Sambas Kalimantan Barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar