Senin, April 15, 2013

Tahajjud (Jalan Ampunan, Kemuliaan, Kekayaan, dan Kesehatan)

Mukaddimah Kuliah Tahajjud Jalan Ampunan, Kemuliaan, Kekayaan, & Kesehatan

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma shallii ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa ‘ala aali Sayyidinaa Muhammad. Nastaghfirullaahal ‘adzhiim wa natuubu ilaih. Walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.
Suatu hari dengan izin Allah saya bertutur bahwa hidup seseorang yang tidak melaksanakan tahajjud akan berat. Bekerja, tidak mencukupi kebutuhannya. Usaha, malah berhutang. Buat bayar kebutuhan hidup, kepayahan. Sekalinya diberi kekayaan, tersiksa dengan kekayaan dan tiada senang kecuali sebentar.
Ketika saya ditanya, koq bisa dikatakan berat hidup yang tiada tahajjud? Darimana dasarnya? Penuturan yang berdasarkan pengalaman sendiri dan pengalaman berinteraksi dengan pengalaman orang lain, menjadi jawabannya. Tentu saja ini tidak cukup. Hingga kemudian saya memohon ridha Allah untuk menelaah ayat-ayat-Nya yang mulia dan ragam hadits, hingga betul-betul ketemu bahwa sungguh mereka yang mengabaikan shalat malam hidupnya akan berat, susah, dan sepi dari pertolongan Allah.
Berdasarkan pengalaman juga, saya bertutur sebaliknya. Bertahajjudlah. Tegakkanlah qiyaamullail. Allah sungguh akan meringankan beban hidup Saudara. Allah akan memberikan banyak kemudahan. Dan Allah akan bukakan segala pintu yang tertutup. Rahmat-Nya akan turun, berkahnya akan turun, dan akhirnya persoalan hidup yang kita hadapi bukan saja akan ada solusinya, tapi kita pun akan dekat dengan Yang Maha Memberikan Persoalan Hidup.
Ketika mengajar, saya pun dituntut untuk menjelaskan, apa dasarnya bicara seperti itu? Terutama kalo sudah menyentuh soal aplikasi? Masa iya kalo saya tahajjud, hidup saya akan keangkat? Saya usaha kesana kemari aja hidup belasan hingga puluhan tahun ga keangkat? Bahkan turunan-turunan saya ke atasnya. Banda, malah habis. Pekaya, malah binasa. Masa iya orang hina dina seperti memiliki ajimat jika shalat malam maka hidup akan keangkat?Di kajian kuliah tahajjud inilah hendak dibahas kenapa bisa begitu? Dan malah sebaliknya, yang keangkat pun jika tidak shalat malam akan kedabruk, akan jatuh. Yang mulia, akan hina. Yang jaya akan hancur.
Kuliah tahajjud ini menjawab pertanyaan saya dan sebagian orang yang merasa perlu punya ilmu dulu baru mengerjakan tahajjud. Masa iya sih kalau saya mencintai tahajjud, maka hutang-hutang saya akan terbayar dan dibayarkan Allah? Enak banget yak? Kita yang hutang, Allah yang bayar? Ya saya jawab, ya enak lah. Maka nya tahajjud. Walaupun yang diseru tetap saja ga terdorong pula buat tahajjud. Subhaanallaah.
Mereka-mereka yang tidak punya pekerjaan dan susah benar mencarinya, bekernyit. Bekernyit ketika dikatakan, tahajjudlah Saudara. Maka Allah yang akan mencarikan Saudara pekerjaan. Bagaimana ga berkernyit, ia mencari di siang hari, kelalang keliling ke sana ke mari, ga nemu itu yang namanya pekerjaan. Ketemu pun, ga sesuai sama hati, sama pekerjaan yang diinginkannya. Bagaimana mungkin yang mencari saja sulit, lalu dikatakan kepada yang mau shalat malam, bahwa kalau mau shalat malam, pekerjaan akan diantar? Sulit dipercaya. Karena itu tetap saja para pencari kerja tidak juga mau bangun tahajjud, kecuali sedikit.
Mereka-mereka yang kepengen modal usaha, maunya ngajuin proposal dan pinjaman. Maunya jalan ke lembaga-lembaga keuangan, atau jalan kepada pemodal yang sama-sama manusianya. Disodorkan tahajjud, ga masuk di otaknya. Ga ada hubungannya. Ga nyata. Apa iya kalau shalat malam di malam harinya, lalu pagi harinya akan diantar itu modal dari Allah? Bung, sedangkan proposal Saudara sajakepada manusia perlu dipelajari dan diputuskan oleh komite pembiayaan setelah melalui serangkaian penelitian dan verifikasi. Giliran sama Allah, pengennya simsalabim abrakadabra. Ya shalat malahlah dulu. Nikmatilah dulu shalat malamnnya. Kemudian benahi hidup sebagai proposal terbaik Saudara semua buat Allah. Kasih Allah jawaban mengapa Allah perlu memberi Saudara semua modal? Apakah dengan diberi modal, Saudara akan tambah bersyukur? Tambah berbagi, tambah ibadah? Buktikan dulu. Kemudian di malam-malam hari, di pertemuan dengan Allah, Saudara katakan kepada Allah. Saudara berbisik sama Allah. Bahwa Saudara berkenan diberi amanah modal untuk usaha.
Mereka yang belom punya jodoh, belom punya anak, jalan terbaik dari Allah supaya bisa memiliki anak dan jodoh, adalah sungguh shalat malam. Shalat malam adalah saat yang paling mustajab, saat di mana Allah membuka segala pintu rahmat dan bahkan membawa rahmat itu ke dalam ruangan kamar kita! Apalagi jika Saudara masih memiliki ibu, dan shalat bersama ibu. Saudara shalat bersama juga orang yang Saudara cintai, dan bersama-sama bermunajat kepada Allah dengan shalat yang yakin. Insya Allah perkara jodoh dan anak adalah persoalan yang jauh lebih ringan daripada menghidupkan dan mematikan Saudara semua. Allah yang sudah menciptakan Saudara, melahirkan Saudara dari rahim ibunda, dan membesarkan Saudara, masa iya sulit bagi-Nya memberi Saudara jodoh? Dan Allah yang sudah memberi Saudara jodoh, masa iya sulit bagi-Nya menghadirkan anak? Kiranya hanya yang tidak yakin kepada-Nya, dan malas bangun malamlah yang tidak akan mendapatkan apa-apa.
Saudara yang begitu merindukan Baituwlooh al Haroom, coba dah beradu antara mengumpulkan duit dan menyedekahkannya. Insya Allah akan justru lebih cepat pergi ke Tanah Suci dengan menyedekahkan duit Saudara. Ketimbang mencari dan mengumpulkannya. Dan Saudara jika mau melaksanakan tahajjud akan sangat percaya, bahwa ikhtiar di malam hari, dengan menegakkan shalat malam dan berdoa kepada Allah, jauh jauh lebih hebat daripada berikhtiar di pagi, siang hari dan sore hari.
Di KuliahOnline kanal tahajjud ini insya Allah akan dibahas juga soal ini. Termasuk dibahas soal pasangan shalat malam, yakni sedekah, doa, kesabaran, keikhlasan, keyakinan, dan keistiqomahan.
Semua urusan ibadah dan fadhilahnya adalah persoalan doing is believing. Lakukan, maka Saudara akan percaya. Tidak akan Saudara sampai kepada percaya yang hakiki jika Saudara hanya baca, dengar dan lihat pengalaman orang lain. Tidak akan sampai. Kecuali Saudara sendiri yang mengerjakan.
Untuk mendorong orang-orang bertahajjud, untuk segala persoalan hidupnya, hajatnya, saya memohon ridha Allah menulis kajian demi kajian tahajjud ini. Memohon kepada Allah kemudahan-Nya dalam mengajar, dan kemudahan Saudara semua belajar. Juga agar tahajjud menjadi jalan untuk kita semua bertambah imannya, keyakinannya, kecintaannya, ketaatannya, kepada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Memuliakan.
Saudara coba mengingat siapa diri kita semua, dan apa yang menjadi persoalan hidup kita. Bersiap-siaplah untuk pertolongan Allah. Bahkan bersiap-siaplah untuk menyambut kedatangan diri-Nya. Tidak ada kemuliaan selain menyambut Yang Maha Mulia. Dan kemuliaan apalagi yang dicari jika kita sudah bisa bersepi-sepi dengan Yang Maha Mulia.
Semoga kajian ini bermanfaat. Amin.
Mari baca bismillaahirrohmaanirrohiim untuk memulai ini semua. Sambil berdoa agar apa yang kita pelajari ini diridhai Allah, jadi ibadah, jadi pendorong amal saleh. Kepada Allah kita semua memohon agar diringankan untuk bangun malam, diistiqomahkan, dan dibuat berat untuk meninggalkannya. Amin ya Allah. 
Wa minallaili fatahajjd bihii naafilatal laka ‘asaa ay yab’atsaka robbuka maqoomam mahmuudaa. Dan dari sebagian malam, shalat tahajjudlah kalian. Semoga Allah mengangkat derajat kalian ke tempat terpuji.
Carilah ayat itu di dalam al Qur’an. Saya berikan clue nya: Cari di Surah al Isroo, surah ke-17. Dan bukalah ayatnya. Cari ayatnya. Pelajari ayatnya. Dan jika berkehendak, hafalkanlah. Bacalah ia di dalam shalat-shalat Saudara, supaya ayat ini menempel di kehidupan Saudara, hingga ia menjadi dorongan terhebat buat Saudara bisa bangun malam. Tidak lupa juga saya memohon kepada Saudara semua agar mendoakan saya dan kami-kami yang terlibat di KuliahOnline ini. Doakan kanal ini, dan doakan kami-kami. Agar menjadi hamba-hamba Allah yang bisa selamat dengan amal saleh kami, sebab amal saleh kami diridhai Allah, diterima Allah, dan dijadikan Allah sebagai jariyah kami dan keluarga kami.Jazaakumuwloohu khoirol jazaa.
Salam, Yusuf Mansur.


Allah Datang Biasanya kita yang datang kepada orang yang lebih kaya. Ini Allah Yang Maha Kaya yang datang kepada kita.
Allah ini yang punya jagad, datang loh menghampiri kita. Setiap malam DIA datangnya. Ga tanggung-tanggung. Setiap malam. Datang membawa apa yang kita mau, datang membawa apa yang kita harapkan, datang membawa apa yang kita inginkan. DIA yang sudah teramat baik yang selalu memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan, masih menawarkan kepada kita pengabulan atas semua doa-doa kita, pengabulan akan hajat dan maksud kita, dan menawarkan juga perlindungan-Nya untuk kita. Subhaanallaah. Untuk mereka yang paham betapa mahalnya apa yang ditawarkan Allah, ternyata rahasianya harusnya begitu mudah bagi mereka yang beriman: Bangun malam, dan kemudian shalat malam.
Tapi manusia ini memang bodoh, bahlul, bin ga ngertilah sebutannya apaan. Payah-payah dia cari rizki di siang hari. Kadang sampe mengorbankan waktu malamnya. Juga ia korbankan sabtu minggunya. Sebagai muslim yang harusnya berhari raya di hari Jum’at pun ia korbankan. Banyak fadhilah hari Jum’at yang tidak bisa ia ambil sebab ia masih mencari, mengejar dan memungut rizki di hari Jum’at itu. Hari Jum’at sama dengan hari-hari biasa lainnya. Tidak ada yang salah. Sepanjang itu juga menjadi ibadah. Namun andai ia tahu kemudahan yang Allah berikan, maka mungkin usaha kerasnya bangun malam, jadi sama kerasnya dengan usahanya di siang hari. Gitu seharusnya.
Ada kalimat kecil yang sering saya ajarkan kepada diri saya, dan kepada siapa yang mau mendengar: Rahasia kecil berburu dunia, bukan di mencari. Namun meminta. Minta sama Allah. Mencari masih ga tahu di mana adanya. Tapi kalo meminta, nanti yang punya yang akan menunjukkan di mana kita harus mencari dan mengambilnya, sehingga energinya tidak besar. Kadang-kadang malah Allah yang mengantarnya!
Ya, saya kadang menarik nafas panjang. Dunia-Nya kita kejar. Namun Pemilik dunia malah tidak kita kejar. Yang memiliki dunia datang dengan membawa dunia yang kita mau kejar, eh yang ditawari, yang sudah susah payah mencari, malah ga tahu bahwa dunia yang dicari dan dikejarnya justru lagi diantar. Kita ga kenal dengan Allah. Itulah sebabnya kita tidak mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya. Sudah mah di siang hari kita selalu telat terus shalatnya, lalai dalam shalatnya, eh, di malam hari pun masih pula kita abaikan Allah. Kasihan benar diri kita ini.
Jutaan juga manusia mencari dan mengupayakan kesehatan bagi dirinya, tapi siapa yang mencari kesembuhan lewat jalan shalat malam?
Jutaan manusia menginginkan anak yang saleh salehah. Kepengen anaknya gampang diatur, nurut, kalem, tapi juga memiliki prestasi dunia yang bagus, sehat, panjang umur, lagi berbakti sama orang tua. Namun siapa yang kemudian membawa dirinya, membawa keinginannya, dan membawa anak-anaknya untuk ruku’, sujud, dan berdoa kepada Allah di malam hari?
Jutaan manusia menginginkan ilmu Allah. Ilmu yang kalau diteteskan-Nya kepada manusia, maka Kehendak-Nya di atas segalanya. Ada orang-orang yang susah bener ilmu masuk, ada orang yang digampangkan ilmu masuk. Titian ilmu dikejar, sampe kurang S3, masih pula mengikuti pasca doktoral. Kurang pasca doktoral, dititinya lagi disiplin ilmu yang terkorelasi atau bahkan yang berbeda biar tambah mumpuni. Tapi ya ampuuuuuunnnn, buat semakin dekat ke Allah nya, malah makinan engga dekat. Yang punya ilmu datang, untuk DIA bagi ilmu-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya, namun kemudian yang mencari ilmu ini hanya butuh ilmunya tidak butuh Diri-Nya. Akhirnya, sama seperti nasib pencari dunia. Dunia diberikan, namun keberkahan dicabut. Begitu pula ilmu. Deretan gelar bererot, melebihi panjangnya kosa kata namanya sendiri. namun kemudian ilmu itu dibuat tiada guna buat dirinya, buat keluarganya, dan terlebih lagi buat akhiratnya.
Jangan menjadi bahagian dari jutaan manusia yang mencari kedudukan, kemuliaan, kekayaan, namun kemudian tidak mengenal Allah, tidak mencari Allah, dan tidak berupaya mendekatkan dirinya kepada Allah. Jangan. Kedudukan yang sebenar-benarnya kedudukan, kemuliaan yang sebenar-benarnya kemuliaan, dan kekayaan yang sebenar-benarnya kekayaan, adalah di sisi Allah, dan dari Allah. Cari di Jalan Allah, dan jangan keluar dari jalannya Allah.
Salah satu kekayaan itu adalah tahajjud. Sampai-sampai Allah lewat Rasul-Nya mengatakan shalat malam 2 rakaat di tengah malam, khoirum minad dunyaa wa maa fiihaa, adalah lebih baik dari dunia dan seisinya.
Ayabtaghuuna ‘indahumul ‘izzata, fainnal ‘izzata lillaahi jamii’an. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir tersebut? Maka sesungguhnya semua kekuatan adalah milik Allah. (An Nisaa: 139).
… innal ‘izzata lillaahi jamii’an. Huwas samii’ul ‘aliim. Sesungguhnya kekuasaan itu milik Allah semuanya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Yuunus: 65).
Man kaana yuriidul ‘izzata falillaahil ‘izzatu jamii’an. Sesiapa yang menginginkan kemuliaan, maka kemuliaan itu hanyalah milik Allah. (Faathir: 10).
Subhaana robbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun. Wa salaamun ‘alal mursaliin. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. Maha Suci AllahTuhanmu yang memiliki keperkasaan dari apa yang mereka sifatkan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.(Ash-Shooffaat: 180-182). 
Yaquuluuna la-ir roja’naa ilal madiinati layukhrijannal a-‘azzul minhal adzal. Walillaahil ‘izzatu wa lirosuulih. Walil mu’miniina wa laakinal munaafiqiina laa ya’lamuun. Mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya." Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (al Munaafiquun: 8).
Bertebaran ayat-ayat Allah tentang Kekuasaan-Nya, Kebesaran-Nya, Keagungan-Nya, Keperkasaan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar