Sabtu, Agustus 02, 2014

CINTA RAMADHAN DENGAN BUBUR PEDAS ALA SAMBAS

“Tidak ada satu anakpun yang hafal surat An-Nas di Desa Gapura”.
“Lalu bagaimana mereka dapat sholat wajib? Belum ada satu Surat dalam Al-Qur’an yang dapat hafal”.
Saya merasa tertampar, sebagai guru bantu yang ditempatkan di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Saya merasa belum dapat menjadi orang yang bermanfaat dan belum menjadi pendidik seutuhnya.  Guru yang seharusnya mendidik anak yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, sebelumnya tidak bisa menjadi bisa, dan menjadi teladan bagi murid dan masyarakat sekitar.
 Memasuki 1/3 waktu dalam Bulan Ramadhan, 5 orang guru bantu yang ditempatkan di Wilayah Sambas oleh Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa, yaitu Irfan Dwi Jayanto (22 tahun) asal dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Mutmainnah Fil Jannah (22 tahun) asal dari Bulu Kumba Makassar, Huzaimi (25 tahun) asal dari Lombok, Martisila Citra Pratiwi (24 tahun) asal dari Palembang, dan saya Wilda Heryanti (25 tahun) asal dari Tangerang membuat gebrakan berupa program Cerita Indah Anak di Bulan Ramadhan 1435 Hijriah (CINTA RAMADHAN) di SD Negeri 10 Perasak Dusun Mentibar Desa Gapura Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas Propinsi Kalimantan Barat kepada 50 anak usia PAUD hingga Kelas 6 SD. Program Cinta Ramadhan yang dilaksanakan pada tanggal 9-10 Juli 2014 dengan berbagai macam aktivitas menarik, antara lain Taman Baca Al-Qur’an (TPA), mendongeng, nonton film bersama, outbond, sholat tarawih bersama, buka puasa bersama, dan yang paling dinantikan oleh anak-anak yakni memasak bubur pedas bersama.

Bubur pedas merupakan makanan khas Daerah Sambas. Bubur pedas terdiri atas kacang panjang, daun kunyit, daun kasum, pucuk singkil, lengkuas, singkong, kacang tanah yang ditumbuk, kecambah, kecap, cuka, cabai, kelapa sangrai, beras yang ditumbuk, ikan teri, daun pakis, daun seledri, daun mengkudu, daun ubi, daun kangkung, daun singkong, rebung, kaldu tulang sapi, wortel, tempe, lada hitam, air. Seluruh bahan dipotong kecil-kecil dan dihaluskan, kemudian dimasak hingga matang. Biasanya bubur pedas dimasak di kuali besar dan hanya dibuat dalam perayaan atau acara-acara spesial masyarakat Sambas.
Anak-anak Desa Gapura suka cita menyambut seluruh aktivitas program Cerita Indah Anak di Bulan Ramadhan 1435 Hijriah (CINTA RAMADHAN), Dino salah satu peserta program Cinta Ramadhan mengungkapkan bahwa aktivitas yang paling ia gemari adalah kegiatan outbond, saat outbond Dino dapat berpetualang dengan lima titik pos, pos pertama adalah permainan tali gelombang dengan tujuan mengasah kekompakan, pos kedua adalah permainan gelas kebersamaan, seluruh anak diminta membawa sebotol air dengan menggunakan tali tanpa harus menumpahkannya, pos ketiga adalah permainan puzzle yang mengasah kemampuan otak anak, pos keempat adalah permainan spiderweb mengasah ketangkasan anak dengan melatih kekuatan fisik tanpa menyentuh tali spiderweb, pos kelima adalah permainan bowling dengan tujuan melatih ketangkasan tangan.

Mutmainnah Fil Jannah selaku ketua program Cerita Indah Anak di Bulan Ramadhan 1435 Hijriah (CINTA RAMADHAN) menerangkan bahwa tujuan penyelenggaraan Program Cinta Ramadhan 1435 Hijriah ini adalah dalam rangka menyemarakan penuansaan dan cinta Bulan Ramadhan, meningkatkan tali persaudaraan sesama muslim, dan yang menjadi inti adalah penanaman cinta Al-Quran, serta harapannya anak-anak SD Negeri 10 Perasak menjadi anak-anak penghafal Al-Quran. Aamiin Yaa Rabb, kita semua berharap semoga Bulan Ramadhan bukan hanya dijadikan ritual ibadah biasa tapi merupakan pengejawantahan dari iman dan takwa kita sebagai hamba kepada Allah swt.


Wilda Heryanti, S.H, Penulis alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Guru Bantu di SD Negeri 8 Sempadian Tekarang Sambas, aktif di Sekolah Guru Indonesia – Dompet Dhuafa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar