“Tidak
ada satu anakpun yang hafal surat An-Nas di Desa Gapura”.
“Lalu
bagaimana mereka dapat sholat wajib? Belum ada satu Surat dalam Al-Qur’an yang
dapat hafal”.
Saya
merasa tertampar, sebagai guru bantu yang ditempatkan di Kabupaten Sambas
Kalimantan Barat. Saya merasa belum dapat menjadi orang yang bermanfaat dan
belum menjadi pendidik seutuhnya. Guru
yang seharusnya mendidik anak yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu,
sebelumnya tidak bisa menjadi bisa, dan menjadi teladan bagi murid dan
masyarakat sekitar.
Memasuki 1/3 waktu dalam Bulan Ramadhan, 5
orang guru bantu yang ditempatkan di Wilayah Sambas oleh Sekolah Guru Indonesia
Dompet Dhuafa, yaitu Irfan Dwi Jayanto (22 tahun) asal dari Daerah Istimewa
Yogyakarta, Mutmainnah Fil Jannah (22 tahun) asal dari Bulu Kumba Makassar,
Huzaimi (25 tahun) asal dari Lombok, Martisila Citra Pratiwi (24 tahun) asal
dari Palembang, dan saya Wilda Heryanti (25 tahun) asal dari Tangerang membuat
gebrakan berupa program Cerita Indah Anak di Bulan Ramadhan 1435 Hijriah (CINTA RAMADHAN) di SD Negeri 10
Perasak Dusun Mentibar Desa Gapura Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas Propinsi
Kalimantan Barat kepada 50 anak usia PAUD hingga Kelas 6 SD. Program Cinta Ramadhan
yang dilaksanakan pada tanggal 9-10 Juli 2014 dengan berbagai macam aktivitas
menarik, antara lain Taman Baca Al-Qur’an (TPA), mendongeng, nonton film
bersama, outbond, sholat tarawih
bersama, buka puasa bersama, dan yang paling dinantikan oleh anak-anak yakni
memasak bubur pedas bersama.
Bubur pedas merupakan makanan khas Daerah
Sambas. Bubur pedas terdiri atas kacang panjang, daun kunyit, daun kasum, pucuk
singkil, lengkuas, singkong, kacang tanah yang ditumbuk, kecambah, kecap, cuka,
cabai, kelapa sangrai, beras yang ditumbuk, ikan teri, daun pakis, daun
seledri, daun mengkudu, daun ubi, daun kangkung, daun singkong, rebung, kaldu
tulang sapi, wortel, tempe, lada hitam, air. Seluruh bahan dipotong kecil-kecil
dan dihaluskan, kemudian dimasak hingga matang. Biasanya bubur pedas dimasak di
kuali besar dan hanya dibuat dalam perayaan atau acara-acara spesial masyarakat
Sambas.
Anak-anak Desa Gapura suka cita
menyambut seluruh aktivitas program Cerita Indah Anak di Bulan Ramadhan 1435
Hijriah (CINTA RAMADHAN), Dino salah
satu peserta program Cinta Ramadhan mengungkapkan bahwa aktivitas yang paling
ia gemari adalah kegiatan outbond,
saat outbond Dino dapat berpetualang
dengan lima titik pos, pos pertama adalah permainan tali gelombang dengan
tujuan mengasah kekompakan, pos kedua adalah permainan gelas kebersamaan,
seluruh anak diminta membawa sebotol air dengan menggunakan tali tanpa harus
menumpahkannya, pos ketiga adalah permainan puzzle
yang mengasah kemampuan otak anak, pos keempat adalah permainan spiderweb mengasah ketangkasan anak
dengan melatih kekuatan fisik tanpa menyentuh tali spiderweb, pos kelima adalah permainan bowling dengan tujuan
melatih ketangkasan tangan.
Mutmainnah Fil Jannah selaku ketua
program Cerita Indah Anak di Bulan Ramadhan 1435 Hijriah (CINTA RAMADHAN) menerangkan bahwa tujuan penyelenggaraan Program
Cinta Ramadhan 1435 Hijriah ini adalah dalam rangka menyemarakan penuansaan dan
cinta Bulan Ramadhan, meningkatkan tali persaudaraan sesama muslim, dan yang
menjadi inti adalah penanaman cinta Al-Quran, serta harapannya anak-anak SD
Negeri 10 Perasak menjadi anak-anak penghafal Al-Quran. Aamiin Yaa Rabb, kita
semua berharap semoga Bulan Ramadhan bukan hanya dijadikan ritual ibadah biasa
tapi merupakan pengejawantahan dari iman dan takwa kita sebagai hamba kepada
Allah swt.
Wilda Heryanti, S.H, Penulis alumnus Fakultas Hukum
Universitas Indonesia, Guru Bantu di SD Negeri 8 Sempadian Tekarang Sambas,
aktif di Sekolah Guru Indonesia – Dompet Dhuafa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar